Ujian Praktek Seni Rupa Kelas VI · Menyajikan Makanan & Minuman Tradisional
Ujian Praktek Seni Rupa
Kelas VI · Menyajikan Makanan & Minuman Tradisional
Aroma rempah menyatu dengan semangat pagi itu. Senin, 13 April 2026, ruang kelas berubah menjadi panggung kreativitas. Seluruh siswa kelas VI — 22 putra-putri dari Kelas Ali dan 23 dari Kelas Utsman — mengikuti Ujian Praktek Seni Rupa dengan tema "Menyajikan Makanan dan Minuman Tradisional".
Bukan sekadar ujian. Ini adalah perayaan rasa syukur atas kekayaan Nusantara. Satu per satu, hidangan menggiurkan tersaji di atas meja. Ada kue lupis dengan taburan kelapa parut, klepon yang mungil berisi gula merah cair, getuk keemasan, dan aneka gorengan yang masih mengepul hangat.
Suasana ujian praktek Seni Rupa kelas VI MI Insan Mulia
Di meja lain, jajanan pasar berjejer rapi: lemper, arem-arem, dan cenil. Ada juga yang menyajikan minuman tradisional khas daerah — bajigur hangat dari Jawa Barat, wedang uwuh yang kaya rempah, hingga es dawet yang menyegarkan. Para siswa tak hanya menyajikan, mereka juga mempresentasikan asal-usul, bahan baku, hingga filosofi di balik setiap hidangan. Penampilan mereka percaya diri. Mata para guru yang menjadi juri berbinar-binar.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Waktu Pelaksanaan | Senin, 13 April 2026 |
| Peserta | Kelas VI Ali (22 siswa) & Kelas VI Utsman (23 siswa) |
| Tema | Menyajikan Makanan dan Minuman Tradisional |
| Kriteria Penilaian | Presentasi, Penyajian, Kesesuaian Tema |
"Ini bukan sekadar nilai ijazah," ujar salah satu guru penguji. "Ini tentang bagaimana mereka mencintai warisan leluhur, mengemasnya dengan estetika, lalu menyajikannya dengan bangga." Dan benar adanya. Setiap sendok, setiap gelas, setiap hiasan daun pisang — semuanya berbicara tentang cinta pada tanah air.
Beberapa siswa menghias dan menata banyak jajanan seperti seblak, lemper, pia, cenil atau lupis, ongol singkong, wajik kue lumpur dan lainnya. Kreativitas tanpa batas, namun tetap berpegang pada resep tradisi. Kelas VI Ali dan Utsman membuktikan bahwa estafet budaya ada di tangan mereka.
Matahari semakin tinggi, tapi semangat tak surut. Ujian usai, tapi rasa bangga masih tersisa. Selamat untuk seluruh siswa kelas VI! Terima kasih telah menghidupkan kembali cita rasa Nusantara. Teruslah berkarya, lestarikan budaya, dan jadilah generasi yang membumi, tapi mendunia. ๐
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Redaksi MI Insan Mulia · Jimbaran, 13 April 2026
๐ Baca kegiatan lainnya:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar